Lambang Mahkamah Agung Republik Indonesia
Lambang Mahkamah Agung Republik Indonesia
Berita / Senin, 2 Februari 2026 09:57 WIB / Satria Kusuma

PIMPINAN MA SAMPAIKAN PENGARAHAN BAGI PESERTA PELATIHAN HAKIM EKONOMI SYARIAH DI RIYADH

PIMPINAN MA SAMPAIKAN PENGARAHAN BAGI PESERTA PELATIHAN HAKIM EKONOMI SYARIAH DI RIYADH

Jakarta – Humas: Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. memberikan 4 (empat) pesan penting kepada peserta pelatihan Hakim Ekonomi Syariah yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan di Higher Judicial Institute, Universitas Islam Imam Muhammad Bin Saud, Riyadh, Arab Saudi yang akan berlangsung pada 01-12 Februari 2026.

“Dengan terpilihnya saudara sekalian menunjukkan bahwa saudara adalah sosok-sosok hakim yang mumpuni, memiliki kompetensi yang unggul serta keterampilan bahasa Arab yang baik sehingga saudara-saudara sudah dinyatakan berhasil lulus setelah melalui serangkain tahap seleksi dan nominasi yang ketat,” ujar Prof. Sunarto di Gedung MA, Jumat (30/1).

Ketua MA menegaskan kesempatan mengikuti pelatihan di Arab Saudi merupakan momentum berharga untuk memperkaya perjalanan karier dan pengetahuan para hakim, khususnya di lingkungan peradilan agama. Oleh karenanya dia berpesan agar peserta menjaga nama baik Indonesia selama berada di luar negeri.

“Mari jaga nama baik negara republik Indonesia selama berada di luar negeri. Ingat, kehadiran Saudara di sana bukan semata-mata sebagai individu atau peserta perlatihan. Melainkan sebagai representasi resmi negara dan duta peradilan,” kata Ketua MA.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap, tutur kata, dan perilaku, serta menghormati budaya dan norma yang berlaku di Arab Saudi.

“Jangan sekali-sekali saudara lakukan itu karena itu akan mendatangkan citra negatif, baik terhadap diri saudara dan juga pada hakim-hakim Indonesia yang pada akhirnya mempengaruhi lembaga peradilan Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Ketua MA meminta peserta memanfaatkan pelatihan untuk menimba pengetahuan dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Ia berharap peserta dapat memperdalam pemahaman ekonomi syariah mulai dari aspek regulasi, fatwa, hingga praktik, termasuk penyelesaian sengketa dan kepailitan.

Dalam kesempatan itu Ketua MA menekankan pentingnya laporan dan dokumentasi hasil pembelajaran. Menurutnya laporan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bersama dan rujukan bagi pimpinan Mahkamah Agung dalam pengambilan kebijakan.

“Ingat bahwa tujuan akhir dari pelatihan ini bukanlah sekedar sertifikat tetapi kontribusi konkret berupa penguatan kualitas putusan, peningkatan kompetensi, dan kemajuan sistem ekonomi syariah di Indonesia,” tegasnya.

Para peserta pelatihan juga diingatkan untuk menjaga kesehatan, keamanan, dan kekompakan selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

Menutup arahannya, Ketua MA kembali mengapresiasi para peserta pelatihan. Dirinya berharap pelatihan ini dapat membawa dampak positif bagi peradilan agama mendatang. 

“Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada saudara sekalian, selamat menikmati pelatihan, selamat mulai dari keberangkatan hingga saudara pulang membawa ilmu dan pengetahuan untuk kemajuan bangsa dan negara, khususnya kemajuan lembaga peradilan agama,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Dr. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum. menyampaikan kesempatan menimba ilmu ke Arab Saudi harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

"Jadi Bapak-bapak ke sana itu menimba ilmu jangan tanpa persiapan, Tentunya ilmu ekonomi syariah yang Bapak kuasai di sini nanti bandingkan di sana, perdalam di sana, dan didokumentasikan artinya dicatat semua," pesan Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial.

Sementara itu, Ketua Kamar Agama MA, Dr. Yasardin, S.H., M.Hum. mengingatkan para peserta untuk fokus menimba ilmu ekonomi syariah di Riyadh. Dirinya berpesan untuk tidak berfokus pada isu-isu politis yang ada di Arab Saudi. (sk/ds/RS/Photo:zhd)




Kantor Pusat