WISUDA PURNABAKTI KETUA PTTUN JAKARTA, KETUA MA: INTEGRITAS WARISAN MORAL SEORANG HAKIM
Jakarta – Humas: Wisuda purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta, Iswan Herwin, S.H., M.H., digelar pada Jumat (27/2) di Aula PTTUN Jakarta. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Ketua MA menyampaikan bahwa momentum purnabakti merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi atas pengabdian panjang seorang hakim.
“Momentum purnabakti merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi dari Mahkamah Agung Republik Indonesia atas pengabdian panjang yang telah ditunaikan hingga mencapai titik akhir perjalanan karier,” ujar Ketua MA.
Prof. Sunarto menuturkan, rentang karier Iswan Herwin yang dimulai sejak 1986 mencerminkan keluasan pengalaman dan kematangan profesional. Pengabdian tersebut membentang dari berbagai satuan kerja peradilan, mulai dari staf pengadilan negeri, hakim pada sejumlah pengadilan negeri dan pengadilan tata usaha negara di berbagai daerah, hingga mengemban amanah sebagai Ketua PTTUN Jakarta sejak 21 Juli 2025 sampai memasuki masa purnabakti pada 15 Februari 2026, setelah genap 40 tahun mengabdi di dunia peradilan.
“Puncak pengabdian beliau sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta insyaAllah menjadi penutup yang baik, karena sepanjang perjalanan tugasnya senantiasa ditandai oleh dedikasi, kesungguhan, serta komitmen integritas dalam menegakkan hukum dan keadilan,” ujar Ketua MA.
Menurut Ketua MA, panjangnya riwayat jabatan yang diemban menunjukkan bahwa tantangan karier hakim tidak hanya terletak pada bobot perkara yang diputus, tetapi juga pada realitas pengabdian lintas daerah dan lintas pulau. Ia juga menegaskan peran strategis PTTUN Jakarta sebagai salah satu garda terdepan (voorpost) Mahkamah Agung dalam menjaga kualitas penegakan hukum administrasi negara.
Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga itu turut mengingatkan akan pentingnya menjaga karakter dan integritas. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama bagi tumbuhnya kepercayaan publik.
“Dari situlah terbentuk warisan moral seorang hakim, warisan yang membuatnya dikenang bukan semata karena jabatan, tetapi karena keberpihakan yang teguh pada keadilan,” pesannya.
Mengakhiri sambutannya, Ketua MA berpesan purnatugas bukanlah akhir dari pengabdian. Namun menjadi ruang baru dalam pengabdian kepada keluarga, masyarakat, dan Negara.
“Dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan, pada kesempatan ini, Saya melepas Saudara Iswan Herwin, S.H., M.H., dari amanah sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta untuk memasuki masa purnabakti,” ucapnya.
Acara wisuda purnabakti berlangsung khidmat dengan turut dihadiri Anggota Komisi Yudisial RI, F. Willem Saija, para pimpinan Mahkamah Agung, jajaran hakim agung, pejabat eselon I MA, serta hadirin lainnya.
Iswan Herwin memulai pengabdiannya di lingkungan peradilan pada 1 Desember 1986 sebagai Staf di Pengadilan Negeri Purwakarta. Empat tahun berselang, tepatnya 27 Desember 1990, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Hakim Tingkat Pertama di Pengadilan Negeri Muara Teweh. Kariernya sebagai hakim berlanjut di Pengadilan Negeri Sekayu pada 1 April 1991.
Pengalaman di lingkungan peradilan umum tersebut menjadi bekal penting ketika ia beralih ke peradilan tata usaha negara. Pada 6 Juni 1996, Iswan Herwin diangkat sebagai Hakim Tingkat Pertama di Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar. Ia kemudian bertugas di Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya sejak 3 April 2003 dan melanjutkan pengabdian di Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang mulai 24 Februari 2004.
Kepercayaan terhadap kapasitas dan kepemimpinannya semakin menguat ketika pada 1 April 2007 ia dilantik sebagai Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar. Tiga tahun kemudian, 1 April 2010, ia dipromosikan sebagai Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Makassar, sebelum kemudian dimutasi menjadi Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta pada 2 Oktober 2012.
Kariernya di bidang pengawasan dimulai pada 29 Oktober 2015 sebagai Hakim Tinggi pada Badan Pengawasan. Tak lama berselang, pada 21 April 2016, ia dipercaya menjabat sebagai Inspektur Inspektorat Wilayah III Badan Pengawasan. Pada 18 Agustus 2020, ia kembali mengemban tugas sebagai Hakim Tinggi pada Badan Pengawasan.
Kepemimpinannya kembali mendapat pengakuan saat diangkat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Makassar pada 12 Oktober 2021. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Banjarmasin pada 30 November 2022. Amanah tersebut berlanjut ketika ia dilantik sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Makassar pada 29 Mei 2023.
Puncak perjalanan kariernya hingga saat ini adalah saat ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta sejak 21 Juli 2025, menegaskan rekam jejak panjang pengabdian, integritas, dan kepemimpinan Iswan Herwin di lingkungan peradilan Indonesia. (sk/ds/RS/Photo:zhd,alf,end)